Ngaben Ayah Menbudpar Jero Wacik, Dihadiri Presiden SBY
Prosesi Ngaben ayahanda Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik, Guru Nyoman Santi yang meninggal pada Februari 2007 dan dilaksanakan kemarin (6/8) di Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, dihadiri Presiden Soesilo Bambang Yudhono didampingi ibu negara Ani Yudhoyono.
Sebagaimana diberitakan oleh situs Seputar Indonesia online hari ini, Presiden dan ibu negara bergabung dengan ribuan masyarakat desa adat Batur dan wisatawan domestik serta mancanegara. Ngaben massal dilakukan terhadap 138 jenazah.
Presiden SBY tiba di lokasi acara sekitar pukul 11.20 Wita. Sebelum prosesi dimulai, SBY sempat berjalan sejauh 200 meter untuk menyaksikan 137 adegan yang dipangku kaum wanita. Adegan merupakan benda yang dijadikan simbol jenazah dilengkapi foto di masa hidupnya.
Selain menghadiri ngaben massal, kunjungan kerja Presiden SBY ke Bali juga untuk bertatap muka dengan ratusan siswa berprestasi se-Asia dan lima orang peraih Nobel fisika dan kimia di Istana Tampak Siring, Gianyar, Selasa (5/8) malam. Menbudpar Jero Wacik mengatakan, kehadiran Presiden SBY dalam kegiatan ngaben massal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.
”Ini suatu penghargaan besar bagi kami di kampung. Pak Presiden berkenan menghadiri ngaben yang diselenggarakan di kampung,” ujar Wacik. Kegiatan ngaben massal, kata dia, tidak hanya merupakan bentuk pelestarian adat istiadat. Kegiatan tersebut juga memberi kontribusi pada pariwisata karena banyaknya wisatawan yang tertarik menyaksikan acara yang hanya ada di Bali ini.
”Ini berarti membantu menyukseskan Visit Indonesia Year 2008,” tandasnya. Jero Wacik juga mengungkapkan, penyelenggaraan ngaben massal diharapkan bisa mendorong solidaritas dan menghilangkan kecemburuan sosial. ”Ayah saya salah satu pemimpin di desa ini. Dulu waktu ibu meninggal masih ngaben sendiri, kakak saya juga.
Dulu banyak ngaben sendiri-sendiri, jadi berat. Bagi warga yang tidak mampu secara ekonomi, ini cukup memberatkan,” katanya. Menurutnya, saat ini sudah ada subsidi silang dalam ngaben massal, yakni setiap keluarga jenazah dikenakan biaya sekitar Rp4 juta.
Ayah Menbudpar Jero Wacik, Guru Nyoman Santi, dikenal sebagai pengumpul cap darah untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia pada 1945. Dia meninggal dunia pada 19 Februari 2007.
Semasa hidup, almarhum pernah berpesan agar pengabenannya dilakukan secara massal. Ratusan kerangka jenazah yang diaben kemarin umumnya adalah warga yang telah dimakamkan beberapa tahun silam di kuburan yang sama.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.