Siswa Gorontalo Mewakili Indonesia di Olimpiade Astronomi Internasional
![]()
Rakyat Gorontalo layak berbangga hati. Seperti diberitakan oleh Gorontalo Post online hari ini, Ratika Benita Nareswari Siswa SMP Negeri 1 Gorontalo menjadi salah satu wakil Indonesia dalam Internasional Astronomy Olympiad (IAO) ke XIII Italy Oktober 2008 mendatang.
Ratika (tengah) bersama kedua rekannya sesaat sebelum mengikuti seleksi IJSO (Gambar diambil dari sini)
Sukses bersama tiga siswa SMPN lainnya mewakili Indonesia ini setelah berhasil menyingkirkan 987 siswa yang berasal dari 33 Provinsi yang ada di Indonesia. Menurut Edy Subagyo yang tidak lain adalah salah seorang guru di SMPN 1 Gorontalo, Ratika merupakan satu dari 3 siswa yang bakal mewakili Indonesia ke ajang bergengsi di tingkat Internasional bersama dengan dua rekanya yakni Krisma Shandy.K siswa SMPN 1 Bondowoso Jawa Timur dan Perwitasari.Y.M Siswa SMPN 1 Salatiga Jawa Tengah.
“Alhamdulillah setelah menempuh perjuangan yang begitu panjang Ratika berhasil menempati urutan ketiga dalam seleksi Training center tahap I oleh DIrjen Manajamen Pendidikan Dasar dan Menegah Departemen Pendidikan Nasional, ” ungkap Edy.
Ketika disinggung mengenai kehidupan, perilaku serta prestasi Ratika di Sekolah. Edy mengakui bahwa Ratika merupakan siswa yang sudah memilii bakat sejak dirinya mengenyam pendidikan di kelas 1 SMPN 1 Koat Gorontalo. ” Sejak dia duduk dibangku kelas 1 hingga bangku kelas 3 Ratika tidak pernah absen dari rengking 10 besar di kelas maupun di sekolah,” jelas Edy, sembari menambahkan bahwa Ratika merupakan salah seorang siswa, ketika masih duduk di bangku SD pernah mewakili Provinsi Gorontalo di Olimpiade sains tingkat Nasional di Jakarta. ” Disekolah asalnya SDN 77 Kota Tengah Ratika pernah mengukir prestasi di bidang sains di tingkat Nasional,” ujarnya.
Meskipun begitu Edy mengaku pada awalnya Ratika bakal diikutkan dalam Internasional Junior Science Olympiad (IJSO) bersama dua rekanya yakni Karolina Hongo dan Andika R. Yahya, namun karna kemampuannya menonjol pada bidang astronomi saat seleksi Training Center, maka Ratika dialihkan ke bidang Astronomi. ” Sebelumnya Ratika bersama 2 rekanya dipersiapkan untuk IJSO namun setalah melalui tes ratika justru masuk dalam ilmu astronomi, bukan sains. Namun sayangya nasib kedua rekanya tidak sebaik Ratika, karna dalam tahap berikutnya kedua rekanya tersingkir”, tutup Edy



Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.