← Kembali ke halaman depan

Jalur Cepat Pompey dan Cardiff

Final Piala FA edisi ke-127, Sabtu malam, memang hanya menghadirkan Portsmouth dan Cardiff City.

Tapi final non big four pertama sejak musim 1991 ini akan jadi jaur cepat keduanya ke kancah Eropa.

Meski bukan nama besar bukan berarti final kompetisi tertua di dunia ini tak layak ditonton. Keduanya punya target penting yang ingin dicapai.

Bagi Pompey–julukan Portsmouth–inilah kesempatan mereka merebut trofi pertama sejak 1939. Pun bagi pelatih Harry Redknapp, inilah final Piala FA pertamanya.

“Dibandingkan posisi kami dua tahun lalu atau lima tahun lalu (hampir terdegradasi dari Liga Primer), lolos ke final adalah hal yang luar biasa,” kata Redknapp.

Selain itu, kemenangan berarti jatah tiket ke Piala UEFA musim depan. Jalur cepat ini tentunya tak ingin disia-siakan Pompey yang mengakhiri Liga Primer di posisi delapan.

Di final kali ini, Pompey memang lebih difavoritkan. Dari rekor head-to-head Pompey memenangkan empat pertemuan terakhir.

Mereka memiliki pemain berpengalaman seperti kiper nasional Inggris David James dan bek Sol Campbell serta striker Republik Cek, Milan Baros.

Apalagi mereka sanggup menyingkirkan juara Liga Primer Manchester United 1-0 di perempat final sebelum mengalahkan West Bromwich Albion di semifinal dengan skor sama.

Tapi Cardiff City bukan tim sembarangan. Tim penghuni urutan 12 klasemen Liga Championship itu juga punya terget sendiri.

Cardiff bakal menjadi tim luar Inggris pertama yang berkesempatan memboyong Piala FA. Tim berjulukan Bluebirds itu adalah tim asal Wales dan pernah menjuarai Piala FA tahun 1927 alias 81 tahun yang lalu.

Perjalanan Cardiff ke final juga tak mudah. Ditangani David Jones, Cardiff melewati hadangan wakil Liga Primer Midlesbrough 2-0 di perempat final dan tim sesama Divisi Championship Barnsley 1-0 di semifinal.

Seperti Pompey, Cardiff juga punya modal mantan bintang. Mereka diperkuat mantan striker Leeds United dan Chelsea, Jimmy Floyd Hasselbaink. Mereka juga punya Robbie Fowler, yang terakhir kali memperkuat Liverpool, yang juga siap dimainkan.

“Kami ingin membuat sejarah kami sendiri. Mungkin beberapa tahun belakangan Piala FA sudah kehilangan sedikit daya magisnya karena timnya (yang berhadapan di final) itu-itu saja. Portsmouth dan kami sudah menghancurkan cetakan tersebut musim ini dan saya pikir itu takkan terjadi lagi untuk waktu yang amat, sangat lama,” kata Jones.

ROAD TO WEMBLEY

CARDIFF CITY

3rd round, Chasetown 3-1 (T)
4th round, Hereford 2-1 (T)
5th round, Wolverhampton 2-0 (K)
Perempat final, Middlesbrough 2-0 (T)
Semifinal, Barnsley 1-0 (Wembley)

PORTSMOUTH

3rd round, Ipswich 1-0 (T)
4th round, Plymouth 2-1 (K)
5th round, Preston 1-0 (T)
Perempat final, Manchester United 1-0 (T)
Semifinal, West Bromwich Albion 1-0 (Wembley)

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Advertisement

<!-- ch_client = "budip"; ch_width = 160; ch_height = 600; ch_non_contextual = 1; ch_default_category = "81"; var ch_queries = new Array( ); var ch_selected=Math.floor((Math.random()*ch_queries.length)); if ( ch_selected

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)